Aplikasi Toko Berbasis Web
Aplikasi ini dirancang untuk membantu pemilik toko kelontong dalam mengelola kegiatan operasional sehari-hari secara lebih efisien dan terkomputerisasi. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat melakukan pencatatan data barang, pengelolaan stok, transaksi penjualan, serta pembuatan laporan harian maupun bulanan secara otomatis.
Dengan sistem ini, proses administrasi toko menjadi
lebih mudah, cepat, dan akurat. Aplikasi juga dilengkapi dengan antarmuka yang
sederhana dan ramah pengguna, sehingga dapat digunakan oleh siapa pun tanpa
memerlukan kemampuan teknis yang tinggi. Selain itu, penyimpanan data dilakukan
menggunakan database MySQL agar informasi tetap aman, terstruktur, dan mudah
diakses kapan pun dibutuhkan.
1. Analisis Kebutuhan (Requirement Analysis)
Tahap pertama dalam metode Waterfall adalah
melakukan analisis kebutuhan. Pada tahap ini, pengembang melakukan pengumpulan
informasi dari pengguna, yaitu pemilik toko kelontong, untuk mengetahui apa
saja kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan toko.
Kebutuhan yang berhasil diidentifikasi meliputi
kemampuan aplikasi untuk mencatat data barang, mengatur stok, mencatat
transaksi penjualan, dan menghasilkan laporan keuangan secara otomatis. Selain
itu, dibahas juga kebutuhan non-fungsional seperti kemudahan penggunaan,
keamanan data, serta performa sistem yang cepat.
Hasil dari tahap ini berupa dokumen spesifikasi
kebutuhan sistem (Software Requirement Specification) yang menjadi dasar untuk
perancangan tahap berikutnya.
2. Desain Sistem (System Design)
Tahap ini bertujuan untuk menerjemahkan hasil
analisis kebutuhan menjadi rancangan teknis sistem. Desain dilakukan mencakup
dua aspek utama, yaitu desain arsitektur sistem dan desain basis data.
Arsitektur sistem menggambarkan hubungan antara
komponen utama, seperti antarmuka pengguna, logika aplikasi, dan database
MySQL. Sementara itu, desain database dibuat dalam bentuk Entity Relationship
Diagram (ERD) yang memuat tabel barang, pelanggan, transaksi, dan laporan.
Selain itu, perancangan antarmuka (UI) juga
dilakukan dengan mempertimbangkan kemudahan penggunaan oleh pemilik toko.
Tampilan dibuat sederhana, informatif, dan mudah dipahami agar pengguna dapat
berinteraksi dengan sistem secara efisien.
3. Implementasi (Implementation / Coding)
Setelah desain selesai, tahap berikutnya adalah
implementasi atau pembangunan sistem. Pada tahap ini, rancangan yang telah
dibuat sebelumnya diterjemahkan ke dalam bentuk kode program menggunakan bahasa
Java dengan dukungan database MySQL.
Proses ini meliputi pembuatan berbagai modul utama
seperti modul login, manajemen data barang, pengelolaan transaksi penjualan,
serta pembuatan laporan harian dan bulanan. Setiap modul dikembangkan secara
bertahap dan diuji fungsinya agar sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Tahap implementasi menghasilkan aplikasi yang sudah
dapat dijalankan meskipun masih perlu melalui tahap pengujian lebih lanjut
untuk memastikan kualitasnya.
4. Pengujian (Testing)
Tahap pengujian dilakukan untuk memastikan seluruh
fungsi dalam aplikasi berjalan dengan baik dan bebas dari kesalahan (bug).
Pengujian dilakukan dengan beberapa jenis tes, seperti unit testing untuk
menguji tiap modul secara terpisah, integration testing untuk memastikan antar
modul dapat berinteraksi dengan benar, dan system testing untuk menguji
keseluruhan sistem secara menyeluruh.
Selain itu, dilakukan juga user acceptance testing
(UAT) dengan melibatkan pemilik toko sebagai pengguna akhir agar memastikan
sistem benar-benar memenuhi kebutuhan mereka.
Hasil dari tahap ini berupa laporan pengujian dan
perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan stabilitas serta keandalan aplikasi.
5. Penerapan dan Pemeliharaan (Deployment &
Maintenance)
Tahap terakhir adalah penerapan dan pemeliharaan
sistem. Setelah pengujian selesai dan aplikasi dinyatakan layak, sistem akan
diinstal dan digunakan secara langsung oleh pemilik toko. Pada tahap ini,
dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi agar pengguna dapat mengoperasikan
sistem dengan lancar.
Pemeliharaan dilakukan secara berkala untuk
memperbaiki kesalahan yang mungkin muncul setelah sistem digunakan, serta
menambah fitur baru sesuai dengan kebutuhan pengguna di masa depan.
Dengan adanya tahap ini, aplikasi dapat terus
berkembang dan tetap relevan dalam membantu pengelolaan toko secara efektif dan
efisien.
Komentar
Posting Komentar