Aktivitas Fisik di Era Digital

Munculnya era digital telah membawa perubahan besar dalam hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Dari cara kita bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga mencari hiburan — semuanya kini bisa dilakukan secara daring tanpa perlu berpindah tempat. Transformasi ini memang memberikan efisiensi luar biasa, namun di sisi lain juga melahirkan tantangan serius bagi kesehatan fisik masyarakat modern.

Banyak pekerjaan saat ini menuntut seseorang untuk duduk berjam-jam di depan layar komputer. Pekerja kantoran, pelajar, mahasiswa, bahkan wirausaha digital kini menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi statis. Tanpa disadari, kebiasaan ini menurunkan tingkat aktivitas fisik harian secara drastis. Akibatnya, tubuh jarang bergerak dan otot menjadi kaku, sementara kalori yang masuk tidak terbakar sempurna.

Hiburan pun kini lebih sering diakses melalui gawai. Menonton film, bermain gim daring, berselancar di media sosial, hingga scrolling tanpa henti menjadi aktivitas rutin sebelum tidur. Semua ini memang menyenangkan, tetapi bila dilakukan terus-menerus tanpa keseimbangan, bisa memicu masalah kesehatan yang serius seperti kelebihan berat badan, gangguan postur tulang belakang, serta penurunan stamina tubuh.

Menurut salah satu artikel di Publik Lampung tren kurangnya aktivitas fisik ini sudah terlihat jelas di kalangan anak muda dan pekerja kantoran di daerah perkotaan, termasuk di Lampung. Mereka cenderung menghabiskan waktu produktif di depan layar, bahkan hingga larut malam. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kelelahan mata (eye strain) akibat paparan cahaya biru, tetapi juga menimbulkan gangguan pada sistem peredaran darah dan metabolisme tubuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan pasif ini bisa meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, hipertensi, hingga jantung koroner.

Selain itu, kemudahan teknologi digital membuat manusia semakin tergantung pada perangkat elektronik. Banyak hal yang dulu mengharuskan seseorang untuk bergerak, kini bisa dilakukan hanya dengan beberapa klik. Pesan makanan lewat aplikasi, berbelanja online, bahkan berinteraksi sosial kini tak lagi memerlukan pertemuan tatap muka. Ketergantungan ini menimbulkan pola hidup yang disebut sedentary lifestyle — gaya hidup minim aktivitas yang berbahaya jika dibiarkan tanpa keseimbangan.

Universitas

Muda Bergerak


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentingnya Menjaga Pola Makan Sehat di Era Modern

Era Digital dan Tantangan Gaya Hidup Modern

Peran Dunia Pendidikan dan Lingkungan Kampus dalam Mendorong Gaya Hidup Aktif